TNews, BATAM – Menandai satu tahun kepemimpinan, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan capaian dan tantangan yang dihadapi pemerintah kota di tengah dinamika regulasi dan administrasi. Dalam dialog on air Program Batam Menyapa, Senin (23/2/2026), Amsakar berbagi pengalaman dan upaya yang dilakukan untuk memenuhi harapan masyarakat.
Sejak tahun pertama, Pemko Batam merespons cepat tiga Peraturan Pemerintah baru tahun 2025 terkait perizinan dan kawasan ekonomi. Koordinasi intensif dengan kementerian memungkinkan integrasi 1.460 jenis layanan perizinan ke dalam Mal Pelayanan Publik Batam, memperlancar layanan dan mendukung iklim investasi.
Capaian makroekonomi hingga triwulan III 2025 menunjukkan pertumbuhan 6,89 persen, naik dari 6,6 persen tahun sebelumnya. Realisasi investasi melampaui target Rp60 triliun, menjadi Rp69,3 triliun, sementara sektor pariwisata menyambut 1,6 juta wisatawan, naik dari 1,3 juta tahun sebelumnya.
Dalam program prioritas, Pemko Batam menyalurkan seragam gratis untuk 105.670 siswa SD dan SMP, menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, dan menjangkau 98 persen warga dalam layanan kesehatan gratis melalui UHC. Bantuan lansia Rp300.000 per bulan diterima 4.000 penerima, sementara ekonomi kerakyatan didukung dengan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi 1.500 pemohon. Angka pengangguran berhasil ditekan dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen berkat 108 jenis pelatihan kerja yang diikuti 4.433 peserta.
Meski demikian, Amsakar mengakui masih ada persoalan serius terkait air bersih, sampah, dan banjir. Penanganan dilakukan melalui normalisasi drainase, pembangunan infrastruktur, flyover, dan jalan lingkar. Ia menekankan pentingnya kerja kolektif masyarakat dan pelaku usaha untuk menjaga kebersihan dan mendukung pembangunan kota pariwisata.
“Kami bertekad, persoalan utama khususnya air bersih, banjir dan sampah, dapat segera dituntaskan melalui kerja kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.* (Nanang)













